Langsung ke konten utama

Saingi Facebook, Pendiri Wikipedia Bikin Media Sosial Bebas Iklan

Bebas Iklan
Foto: Medium

Teknologi.id – Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales mengumumkan jejaring sosial baru yang digadang-gadang akan menyaingi Facebook bernama WT:Social.

Jejaring sosial baru ini memiliki model bisnis yang berbeda dari Facebook. WT:Social mengandalkan uluran tangan pengguna sebagai sumber pendanaan, dan bukan iklan sebagaimana Facebook dan anak-anak perusahaannya.

Baca juga: Begini Tips Bikin Website yang Menarik untuk Dongkrak Bisnismu

Cita-cita yang dibawa di awal pendirian WT:Social yakni mendisrupsi dan mengubah dunia jejaring sosial dengan melakukan apa yang benar dilakukan ketimbangkan melakukan demi tujuan bisnis semata.

Lebih lanjut, jejaring sosial ini juga punya misi berbeda dengan kebanyakan platform. Facebook, Twitter, atau Instagram dikeluhkan banyak menyebarkan berita palsu atau clickbait demi meraup klik pengguna.

Namun, WT:Social ingin melakukan hal berbeda dengan menghadirkan berita yang baik dan bukan berita misleading. Sejatinya, WT:Social merupakan pembaruan versi dari situs WikiTribun Wikipedia yang diluncurkan tahun 2017 lalu.

Tak hanya itu, jejaring Sosial ini juga mengklaim akan melindungi data pribadi penggunanya.

“Kami tidak akan menjual data Anda. Platform kami bertahan atas kemurahan hari pendonor untuk memastikan privasi terlindungi dan ruang sosial Anda bebas iklan,” begitu klaim yang tertera di situs resmi WT:Social.

Baca juga: Spotify Mulai Uji Coba Fitur Lirik di Indonesia, Begini Tampilannya

Platform ini memberlakukan daftar tunggu bagi pengguna yang ingin bergabung. Jika tidak ingin menunggu, mereka harus membayar 12 dollar AS (Rp 169.116) per bulan atau 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) per tahun.

Sekadar informasi, saat ini pengguna WT:Social tercatat telah tembus 100.000 pengguna.

(dwk)

The post Saingi Facebook, Pendiri Wikipedia Bikin Media Sosial Bebas Iklan appeared first on .


Saingi Facebook, Pendiri Wikipedia Bikin Media Sosial Bebas IklanNovember 20, 2019 at 03:56PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tools Linux yang Paling Berguna Bagi Programmer

Teknologi.id –  Linux adalah sistem operasi perangkat lunak open source yang dibangun di sekitar kernel Linux. Ini biasa dikenal sebagai distribusi Linux untuk penggunaan desktop dan server . Linux adalah sistem operasi pengembangan yang bagus digunakan untuk programmer dan pengembang. Namun, tanpa menggunakan tools, hal itu tidaklah mungkin. Untungnya, saat ini sudah banyak tools Linux yang tersedia. Berikut adalah 5 tools Linux yang paling berguna bagi programmer . 1. VIM VIM adalah perangkat lunak gratis dan open source yang ditulis oleh Bram Moolenaar pada tahun 1991. Perangkat ini dirancang untuk digunakan baik dari command-line interface dan sebagai aplikasi yang berdiri sendiri dalam graphical user interface . VIM ini juga dikenal sebagai “editor programmer”. VIM sangat bagus digunakan untuk coding dan untuk mengedit file konfigurasi ataupun dokumen XML. Vim telah dikembangkan menjadi cross platform yang mendukung banyak platform lainnya. Pada tahun 2006, Vim ...

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...