Langsung ke konten utama

Samsung Galaxy A10 dan A20, Smartphone Entry dengan Teknologi Unggulan untuk Dukung Aktivitas Serba Live

Samsung Galaxy A10 dan A20

Teknologi.id – Masyarakat Indonesia saat ini tengah jadi pengguna aktif media sosial seperti Instagram dan YouTube yang menjadi platform kegiatan live sehari-hari. Dalam bermedsos, masyarakat cenderung menggunakan smartphone. Samsung menyadari bahwa saat ini smartphone menjadi partner andalan dalam menghubungkan pengguna dengan orang-orang di sekitarnya.

Samsung Galaxy A10 dan A20

Untuk itu, hadirlah Samsung Galaxy A10 dan Samsung Galaxy A20 yang mengusung teknologi terkini pada kategori smartphone entry untuk menjawab kebutuhan konsumen yang gemar membagikan pengalaman serba live. Fitur unggulan seperti lensa wide  123 ° pada Galaxy A20, desain layar lebar beresolusi tinggi dengan desain Infinity-V, hingga kapasitas baterai besar yang didukung dengan pengisian baterai cepat 15Watt dipercaya akan mampu memaksimalkan aktivitas live konsumen di Indonesia.

Galaxy A10 dan A20 diyakini menjadi hp kamera terbaik di kelasnya, bermodalkan fitur canggih untuk menangkap momen lebih luas dengan lensa Ultra-Wide sebesar 5MP dan kamera utama 13MP pada Galaxy A20 serta dukungan lensa belakang 13MP pada Galaxy A10, membuat pengguna lebih percaya diri untuk mengkreasikan beragam aktivitas live. Keduanya pun mampu merekam video hingga resolusi maksimal 1080p@30fps.

Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e, Teman Terbaik untuk Kesibukan dan Hiburan Anda

Beralih ke kamera depan, Galaxy A20 dibekali lensa 8MP dengan bukaan f/2.0. Inilah yang membuat hasil bidikan kamera lebih cerah dan tajam. Sedangkan untuk Galaxy A10, meskipun dibekali lensa 5MP dan bukaan f/2.0 namun juga telah dilengkapi dengan LED flash. Sehingga hasil gambar tidak kalah terang dan tajam dari A20.

Di sektor layar, pengguna dimanjakan dengan layar Infinity-V dengan resolusi HD+ berukuran 6.4 inch (Galaxy A20) dan 6.2 inch (Galaxy A10). Dengan layar yang lebih lebar dan ‘penuh’ tentunya pengguna akan lebih nyaman. Nyaman dalam menonton streaming film terbaru, drama korea, maupun bermain game.

Selain itu, kapasitas baterai 4000 mAh pada Galaxy A20 dan 3400 mAh untuk Galaxy A10 . juga menjadi andalan kedua smartphone tersebut. Bahkan, khusus pada Galaxy A20 dilengkapi dengan fitur Fast Battery Charging 15 W. Jadi pengguna tak perlu khawatir ketinggalan momen untuk Live ketika harus mengisi ulang baterai dalam waktu yang singkat.

Untuk menopang seluruh aktivitas di atas, tentunya membutuhkan jeroan yang powerful pula. Tenang, kedua smartphone ini sudah ditopang chipset Exynos 7884 dan prosesor Octa-core (2×1.6 GHz Cortex-A73 & 6×1.35 GHz Cortex-A53) serta RAM masing-masing 2GB untuk A10 dan 3GB untuk A20.

Baca juga: Garap Segmen Bawah, Samsung Kenalkan Tablet Galaxy Tab A 8.0 2019

Bagaimana dengan kapasitas penyimpanannya? Untungnya, kapasitas memori kedua smartphone ini sudah cukup besar, yakni 32 GB. Namun bila terasa masih kurang, pengguna dapat menambah kapasitas memori melalui penyimpanan eksternal via microSD hingga 512 GB! Cukup lapang bukan untuk menyimpan film, game, ataupun hasil video Live-mu?

Dengan segudang fitur dan teknologi terkini yang diusung oleh Samsung Galaxy A20 dan Galaxy A10, tak rugi kiranya keduanya dibanderol mulai Rp 2.299.000 untuk A20 dan Rp 1.699.000 untuk A10. Harga minimal untuk aktivitas Live maksimal, kenapa tidak? Beli Samsung A10 atau beli Samsung A20 dari situs resmi Samsung Indonesia.

(dwk)

The post Samsung Galaxy A10 dan A20, Smartphone Entry dengan Teknologi Unggulan untuk Dukung Aktivitas Serba Live appeared first on Teknologi.id.


Samsung Galaxy A10 dan A20, Smartphone Entry dengan Teknologi Unggulan untuk Dukung Aktivitas Serba LiveJuly 19, 2019 at 11:49AM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tools Linux yang Paling Berguna Bagi Programmer

Teknologi.id –  Linux adalah sistem operasi perangkat lunak open source yang dibangun di sekitar kernel Linux. Ini biasa dikenal sebagai distribusi Linux untuk penggunaan desktop dan server . Linux adalah sistem operasi pengembangan yang bagus digunakan untuk programmer dan pengembang. Namun, tanpa menggunakan tools, hal itu tidaklah mungkin. Untungnya, saat ini sudah banyak tools Linux yang tersedia. Berikut adalah 5 tools Linux yang paling berguna bagi programmer . 1. VIM VIM adalah perangkat lunak gratis dan open source yang ditulis oleh Bram Moolenaar pada tahun 1991. Perangkat ini dirancang untuk digunakan baik dari command-line interface dan sebagai aplikasi yang berdiri sendiri dalam graphical user interface . VIM ini juga dikenal sebagai “editor programmer”. VIM sangat bagus digunakan untuk coding dan untuk mengedit file konfigurasi ataupun dokumen XML. Vim telah dikembangkan menjadi cross platform yang mendukung banyak platform lainnya. Pada tahun 2006, Vim ...

Menkeu Sri Mulyani Jadi Figur Paling Inspiratif di Indonesia Versi LinkedIn

Foto: menpan.go.id Teknologi.id –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati termasuk dalam figur paling inspiratif di Indonesia versi LinkedIn Spotlight 2019. LinkedIn Spotlight merupakan daftar dwi-tahunan dari para profesional yang paling banyak dilihat di berbagai sektor yang sedang berkembang, yang menginspirasi jaringan mereka dengan unggahan, artikel, dan video yang menarik serta populer di LinkedIn. Wanita kelahiran 26 Agustus 1962 ini diketahui menggunakan LinkedIn untuk berhubungan dengan orang-orang dari seluruh dunia dan berbagi perspektifnya mengenai isu-isu global hingga topik hangat yang terjadi di dalam negeri, seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia dan keragaman di tempat kerja. Baca juga:  Fitur Fingerprint Lock Kini Hadir di WhatsApp Android, Begini Cara Mengaktifkannya Adapun LinkedIn Spotlight 2019 memilih 12 figur dari 14 juta pengguna LinkedIn di Indonesia yang dianggap menginspirasi jaringan profesional mereka dengan konten dan waw...

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...