Langsung ke konten utama

Nvidia Ciptakan AI yang Mampu Membersihkan Noise pada Gambar

Teknologi.id – AI punya potensi yang sangat besar di bidang visual, dan ini semakin dipertegas oleh karya Nvidia berikut ini. Bekerja sama dengan tim peneliti dari Aalto University dan MIT, produsen kartu grafis tersebut merancang AI yang mampu membersihkan noise dari suatu foto atau gambar.

Seperti yang kita tahu, noise kerap muncul dalam bentuk bintik-bintik di sebuah foto. Yang diakibatkan oleh kurangnya kondisi cahaya saat penangkapan gambar.

Baca juga: Fitur Baru After Effect “Hapus Objek Pada Video”

Tugas AI ini adalah ‘mengusap’ suatu foto hingga bersih dari noise, sehingga detail dapat terlihat jelas. Hebatnya, AI ini sanggup melakukannya tanpa memerlukan penampilan foto yang bebas noise. Karena yang AI ini lakukan adalah mempelajari pola noise yang berbeda pada gambar. Sehingga dapat menghasilkan kualitas yang maksimal.

Nvidia AI denoise

Hebatnya lagi, hasilnya terkadang malah lebih bagus ketimbang jika AI tersebut dilatih menggunakan contoh gambar bebas noise. Mengingat AI ini tak perlu melihat gambar yang bersih terlebih dulu sebelum beraksi. Ia pada dasarnya bisa digunakan untuk menghapus noise dari segala macam gambar.

Bukan cuma noise, gambar yang dihujani teks secara acak pun dapat ia bersihkan, seperti pada video di bawah. Tim pengembangnya bilang bahwa AI yang mampu membersihkan noise ini punya potensi untuk dimanfaatkan di bidang medis. Terutama untuk membersihkan hasil scan MRI, yang sering kali tampak kurang jelas akibat noise.

Sumber: Dailysocial

(FM)

The post Nvidia Ciptakan AI yang Mampu Membersihkan Noise pada Gambar appeared first on Teknologi.id.


Nvidia Ciptakan AI yang Mampu Membersihkan Noise pada GambarJune 28, 2019 at 02:06PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tools Linux yang Paling Berguna Bagi Programmer

Teknologi.id –  Linux adalah sistem operasi perangkat lunak open source yang dibangun di sekitar kernel Linux. Ini biasa dikenal sebagai distribusi Linux untuk penggunaan desktop dan server . Linux adalah sistem operasi pengembangan yang bagus digunakan untuk programmer dan pengembang. Namun, tanpa menggunakan tools, hal itu tidaklah mungkin. Untungnya, saat ini sudah banyak tools Linux yang tersedia. Berikut adalah 5 tools Linux yang paling berguna bagi programmer . 1. VIM VIM adalah perangkat lunak gratis dan open source yang ditulis oleh Bram Moolenaar pada tahun 1991. Perangkat ini dirancang untuk digunakan baik dari command-line interface dan sebagai aplikasi yang berdiri sendiri dalam graphical user interface . VIM ini juga dikenal sebagai “editor programmer”. VIM sangat bagus digunakan untuk coding dan untuk mengedit file konfigurasi ataupun dokumen XML. Vim telah dikembangkan menjadi cross platform yang mendukung banyak platform lainnya. Pada tahun 2006, Vim ...

Menkeu Sri Mulyani Jadi Figur Paling Inspiratif di Indonesia Versi LinkedIn

Foto: menpan.go.id Teknologi.id –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati termasuk dalam figur paling inspiratif di Indonesia versi LinkedIn Spotlight 2019. LinkedIn Spotlight merupakan daftar dwi-tahunan dari para profesional yang paling banyak dilihat di berbagai sektor yang sedang berkembang, yang menginspirasi jaringan mereka dengan unggahan, artikel, dan video yang menarik serta populer di LinkedIn. Wanita kelahiran 26 Agustus 1962 ini diketahui menggunakan LinkedIn untuk berhubungan dengan orang-orang dari seluruh dunia dan berbagi perspektifnya mengenai isu-isu global hingga topik hangat yang terjadi di dalam negeri, seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia dan keragaman di tempat kerja. Baca juga:  Fitur Fingerprint Lock Kini Hadir di WhatsApp Android, Begini Cara Mengaktifkannya Adapun LinkedIn Spotlight 2019 memilih 12 figur dari 14 juta pengguna LinkedIn di Indonesia yang dianggap menginspirasi jaringan profesional mereka dengan konten dan waw...

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...