Langsung ke konten utama

AI Kini Mampu Mendeteksi Depresi

Related image

Teknologi.id –  Beberapa penelitian mengungkapkan saat seseorang depresi, belum tentu menunjukan tanda-tandanya. Kenyataan bahwa seseorang menjalani kehidupan yang sibuk dan merawat diri sendiri. Akan sangat sulit menyadari tanda-tanda depresi pada orang lain, bahkan keluarga dan orang yang dicintai. Namun, AI Kini Mampu Mendeteksi Depresi.

Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengembangkan AI yang mampu mendeteksi tanda-tanda depresi. Berdasarkan dari pola berbicara dan perilaku seseorang. Ini dapat diterapkan untuk semua jenis percakapan, seperti wawancara, diskusi, atau bahkan mengobrol biasa.

Baca juga: Morpheus, AI yang Mampu Membuat Film

Pendeteksian depresi menggunakan AI memang bukanlah hal baru. Contohnya adalah, beberapa peneliti yang menggunakan AI untuk mendeteksi depresi dari sebuah postingan Instagram.

Berbeda dari machine-learning yang telah ada sebelumnya yang hanya mampu mendeteksi depresi berdasarkan pertanyaan spesifik. AI hasil kembangan MIT ini, hanya memerlukan observasi dari cara bicara, nada, dan perilaku seseorang saja. Dan tentunya dapat diterapkan di obrolan apapun, mulai dari obrolan biasa ataupun pesan.

Dan di masa depan, para peneliti berharap AI ini dapat berbentuk sebuah aplikasi mobile. Sehingga, dapat memonitor siapapun, hanya dari ponsel pengguna.

Sumber: Okezone

(FM)

The post AI Kini Mampu Mendeteksi Depresi appeared first on Teknologi.id.


AI Kini Mampu Mendeteksi DepresiApril 24, 2019 at 04:06PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS

Berita terbaru kali ini menyebutkan bahwa produsen hardware mining akan terkena imbas sanksi Amerika Serikat. Pemberlakukan sanksi ini ditujukan terhadap barang-barang dari Cina, termasuk Bitmain, Canaan dan Ebang. Berita ini diterbitkan dalam surat kabar South China Morning Post, 16 Oktober 2018. Imbas dari aturan baru yang dikeluarkan AS dapat mempengaruhi produsen hardware mining China. Menurut … The post Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS appeared first on CoinAset . October 18, 2018 at 04:41PM

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...

Google Tawarkan Rp 21 Miliar Bagi yang Bisa Bobol Ponsel Pixel

Foto: Forbes Teknologi.id –  Google menawarkan hadiah total hingga $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk siapa saja yang bisa meretas smartphone Google Pixel. Mereka juga mengumumkan akan membayar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) bagi siapa saja yang dapat melakukan “full chain RCE” atau full chain remote code execution exploit terhadap smartphone Pixel. Baca juga:  Tesla Cybertruck, Pikap Listrik Karya Elon Musk dengan Desain Futuristik Peretas diharuskan untuk bisa meretas akses penuh ke smartphone Pixel dari jarak jauh. Peretasan diklaim tidak akan mudah karena Pixel telah dilengkapi chip Titan M sama seperti yang dimiliki Apple. Sementara itu bagi mereka yang mampu melakukan peretasan pada versi Android yang masih dalam tahap pengembangan juga akan mendapatkan bonus sebesar 50%. Sepanjang 2019, Google mengaku telah menggelontorkan hadiah sebesar $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk program bug bounty. Rata-rata peretas yang berpartisipasi telah mendapat hadiah hingga ...