Langsung ke konten utama

Switchable Glass, Kaca untuk Privasi yang Dapat Memburam

Image result for smart glass

Teknologi.id – Sifat kaca yang transparan, memiliki kelebihan dan kelemahan. Sifatnya ini banyak dimanfaatkan untuk kesan “tiada batas”, sehingga memberikan kesan ruangan lebih luas. Di sisi lain, sifat transparan ini menyebabkan berkurangnya privasi untuk sebuah ruangan. Penambahan tirai atau blinds, seringkali dipilih sebagai solusi, namun sering kali tirai ini malah membuat ruangan terlihat sempit.

Namun dengan Switchable Glass, privasi di setiap ruangan pun tidak menjadi masalah lagi. Tidak perlu lagi tirai maupun blinds, agar privasi setiap ruang tetap terjaga. Switchable Glass mampu berubah dari buram menjadi bening, atau  pun sebaliknya, hanya dalam sekejap mata.

Baca Juga: ODiN Aurora, Mouse Proyektor Laser Pertama di Dunia

Kamu hanya perlu menekan tombol saat ingin ruangan tampak lebih luas. Ketika kamu membutuhkan privasi, buramkan saja kacanya. Kaca pintar ini merupakan laminasi dua buah kaca. Di bagian tengahnya terdapat kristal cair, berupa Polymer Dispersed Liquid Crystal (PDLC). Kristal cair ini bereaksi terhadap aliran listrik. Ketika tidak ada aliran listrik, molekulnya tersebar tidak beraturan, sehingga menyebabkan kaca menjadi buram.

Sebaliknya ketika terdapat aliran listrik, molekulnya berubah dalam posisi teratur. Posisi demikian akan meneruskan cahaya yang masuk, sehingga kaca tampak transparan. Teknologi ini mirip dengan layar komputer atau laptop. Fungsi kaca ini sama seperti kaca pada umumnya, dan bisa diaplikasikan untuk jendela, maupun partisi ruangan.

Kelebihan lainnya, dalam kondisi buram, kaca ini dapat dimanfaatkan sebagai layar proyektor, atau bahkan bisa diaplikasikan sebagai TV. Tak heran kaca ini sering diaplikasikan pada ruang rapat, bahkan home theater. Kaca-kaca pintar ini memiliki ketebalan ± 10mm, dengan konsumsi listrik per panelnya ± 5-10 Watt.

Untuk pemasangan dan perawatannya sama persis dengan kaca biasa.  Bagaimana, apa kamu tertarik untuk memasang kaca pintar ini di rumah atau kantormu?

Sumber: Kompas

(FM)

The post Switchable Glass, Kaca untuk Privasi yang Dapat Memburam appeared first on Teknologi.id.


Switchable Glass, Kaca untuk Privasi yang Dapat MemburamFebruary 08, 2019 at 02:41PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS

Berita terbaru kali ini menyebutkan bahwa produsen hardware mining akan terkena imbas sanksi Amerika Serikat. Pemberlakukan sanksi ini ditujukan terhadap barang-barang dari Cina, termasuk Bitmain, Canaan dan Ebang. Berita ini diterbitkan dalam surat kabar South China Morning Post, 16 Oktober 2018. Imbas dari aturan baru yang dikeluarkan AS dapat mempengaruhi produsen hardware mining China. Menurut … The post Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS appeared first on CoinAset . October 18, 2018 at 04:41PM

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...

Google Tawarkan Rp 21 Miliar Bagi yang Bisa Bobol Ponsel Pixel

Foto: Forbes Teknologi.id –  Google menawarkan hadiah total hingga $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk siapa saja yang bisa meretas smartphone Google Pixel. Mereka juga mengumumkan akan membayar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) bagi siapa saja yang dapat melakukan “full chain RCE” atau full chain remote code execution exploit terhadap smartphone Pixel. Baca juga:  Tesla Cybertruck, Pikap Listrik Karya Elon Musk dengan Desain Futuristik Peretas diharuskan untuk bisa meretas akses penuh ke smartphone Pixel dari jarak jauh. Peretasan diklaim tidak akan mudah karena Pixel telah dilengkapi chip Titan M sama seperti yang dimiliki Apple. Sementara itu bagi mereka yang mampu melakukan peretasan pada versi Android yang masih dalam tahap pengembangan juga akan mendapatkan bonus sebesar 50%. Sepanjang 2019, Google mengaku telah menggelontorkan hadiah sebesar $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk program bug bounty. Rata-rata peretas yang berpartisipasi telah mendapat hadiah hingga ...