Langsung ke konten utama

Punya Kos Kosan Dan Belum Laku? Bisa Daftar Kosania.com

Teknologi.id – Sekarang ini, kos-kosan dapat dibilang sebagai rumah kedua terutama bagi para perantau di kota besar. Banyak orang yang kemudian mencoba untuk melakukan bisnis kos-kosan agar bisa mengatasi kebutuhan tersebut. Sayangnya, tak banyak dari mereka yang mengerti bagaimana cara mempromosikannya agar dapat menarik perhatian calon penyewa.

Inilah yang menyebabkan seringnya kita menemukan selebaran berisikan iklan kosan di jalanan. Misalnya, di tiang listrik, dinding bangunan, dan lain sebagainya. Cara tersebut sudah terbilang kuno untuk dilakukan sekarang ini. Melihat hal itu, kini mulai bermunculan website-website yang akan membantu pemilik kos dalam promosi. Salah satunya, yaitu Kosania.

Apa itu Kosania?

Kosania adalah sebuah platform yang akan membantu para pemilik kos dapat mempromosikan kosannya di internet. Mengusung tema Smart Citizenship, baik pemilik maupun pencari kos menjadi lebih mudah dalam bertransaksi.

Platform ini sendiri mengidentifikasikan dirinya sebagai e-commerce kos-kosan, di mana nantinya pencari kos bisa melakukan booking secara langsung.

Kepada Teknologi.id, M. Fhadil selaku salah satu founder dari Kosania mengatakan bahwa platform ini dibentuk agar dapat membantu pemilik dan penyewa kos untuk melakukan transaksi yang lebih terpantau.

“Kami hadir untuk memudahkan para penyewa dan pemilik kos ketika mencatat bukti transaksi yang dilakukan. Tak hanya itu saja, kita juga tersedia fitur pengingat bagi penyewa bulanan. Ini biar pemilik kos lebih mudah ketika akan menagih proses pembayaran,” kata M. Fhadil.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kosania dapat membantu pemilik kos untuk mengetahui berapa jumlah kamar yang kosong. Fitur ini akan memudahkan bagi pemilik yang tidak menjaga kosannya secara langsung.

“Di Kosania juga nantinya pemilik kosan dapat mengetahui secara actual berapa jumlah kamar yang kosong
dan ditempati jika penjaga dari kosan tersebut bukan pemilik itu sendiri,” tambah M. Fhadil.

Cara Mendaftarkan Kosanmu di Kosania

Punya kos kosan dan belum laku? Bisa daftar disini.

https://kosania.com/signup

Untuk dapat menjadi host di sini, caranya terbilang mudah. Pertama-tama, sebagai pemilik kos, kamu harus memiliki akun Kosania terlebih dahulu. Setelah itu, jangan lupa untuk melakukan verifikasi terhadap identitas yang kamu miliki.

Setelah proses tersebut dilakukan, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Isi deskripsi mengenai kosan secara lengkap. Mulai dari nama kosan, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan jumlah kamar yang tersedia.
  • Selanjutnya, cantumkan juga mengenai aturan-aturan yang harus ditaati oleh calon penyewa.
  • Unggah foto kosanmu, baik tampilan depan, dalam, maupun bagian-bagian yang dirasa perlu diketahui oleh penyewa.
  • Tetapkan harga kosan sesuai dengan fasilitas dan kualitas yang ada.

Ketika proses-proses di atas telah kamu lakukan, maka saatnya untuk melakukan transaksi dengan penyewa. Saat penyewa melakukan booking, pemilik kos akan mendapatkan notifikasi via email dari Kosania.

Untuk proses pembayarannya pun, Kosania yang akan menangani seluruh prosesnya. Pembayaran akan dilakukan dalam waktu 24 jam setelah penyewa melakukan booking. Menariknya lagi, pemilik kos hanya dibebankan 1% saja untuk biaya layanan dari setiap pemesan yang berhasil dilakukan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan kosanmu melalui Kosania, dan pencari kos pun akan dengan mudah menemukannya. Selamat mencoba!

(ERS)

The post Punya Kos Kosan Dan Belum Laku? Bisa Daftar Kosania.com appeared first on Teknologi.id.


Punya Kos Kosan Dan Belum Laku? Bisa Daftar Kosania.comFebruary 10, 2019 at 06:45PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS

Berita terbaru kali ini menyebutkan bahwa produsen hardware mining akan terkena imbas sanksi Amerika Serikat. Pemberlakukan sanksi ini ditujukan terhadap barang-barang dari Cina, termasuk Bitmain, Canaan dan Ebang. Berita ini diterbitkan dalam surat kabar South China Morning Post, 16 Oktober 2018. Imbas dari aturan baru yang dikeluarkan AS dapat mempengaruhi produsen hardware mining China. Menurut … The post Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS appeared first on CoinAset . October 18, 2018 at 04:41PM

Peneliti Temukan Malware Berbahaya yang Bisa ‘Bangkit dari Kubur’

Foto: Libero Technologia Teknologi.id – Perusahaan cybersecurity Symantec menemukan malware berbahaya bernama xHelper yang memiliki kemampuan ‘bangkit dari kubur’. Disebut begitu karena malware yang berasal dari aplikasi-aplikasi Android di luar Play Store tersebut mampu menginstal ulang dirinya sendiri meskipun sebelumnya telah dihapus. Malware xHelper ditemukan peneliti Symantec pada Maret 2019 lalu dan hingga saat ini tercatat menginfeksi kurang lebih 45.000 perangkat. Baca juga:  Apple Hapus 17 Aplikasi Terinfeksi Malware dari App Store, Ini Daftarnya Peneliti Symantec menyatakan aplikasi ini didistribusikan melalui situs web dan mendorong pengguna melakukan sideload (transfer file tanpa gunakan internet) ke perangkat mereka. Setelahnya aplikasi ini akan menginstal malware xHelper ke perangkat korban. Setelah instalasi, aplikasi kemudian mengirim spam ke perangkat dengan notification (notifikasi) dan iklan pop-up. Para peneliti Symantec dan Malwarebyte menyimpulkan akt...

Google Tawarkan Rp 21 Miliar Bagi yang Bisa Bobol Ponsel Pixel

Foto: Forbes Teknologi.id –  Google menawarkan hadiah total hingga $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk siapa saja yang bisa meretas smartphone Google Pixel. Mereka juga mengumumkan akan membayar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) bagi siapa saja yang dapat melakukan “full chain RCE” atau full chain remote code execution exploit terhadap smartphone Pixel. Baca juga:  Tesla Cybertruck, Pikap Listrik Karya Elon Musk dengan Desain Futuristik Peretas diharuskan untuk bisa meretas akses penuh ke smartphone Pixel dari jarak jauh. Peretasan diklaim tidak akan mudah karena Pixel telah dilengkapi chip Titan M sama seperti yang dimiliki Apple. Sementara itu bagi mereka yang mampu melakukan peretasan pada versi Android yang masih dalam tahap pengembangan juga akan mendapatkan bonus sebesar 50%. Sepanjang 2019, Google mengaku telah menggelontorkan hadiah sebesar $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) untuk program bug bounty. Rata-rata peretas yang berpartisipasi telah mendapat hadiah hingga ...